Daftar Data Tidak Akurat Jokowi Saat Debat Pilpres Kedua

Artefak.org - Daftar Kebohongan Jokowi Saat Debat Pilpres Kedua. Debat Pilpres babak kedua telah usai dilakukan tadi malam 17/2/2019. Dimana kedua pasangan calon presiden melakukan adu gagasan dan argumentasi tentang materi yang dijadikan bahan debat Pilpres 2019. Kedua capres terlihat menguasai materi daripada debat yang pertama.

Meski diwarnai ledakan dari petasan yang diduga dilempar oleh oknum, acara debat pilpres kedua tetap berjalan lancar. Pihak keamanan yang terdiri dari 2900an personel menjaga keamanan dengan baik.Debat tetap berlangsung sampai akhir dan sukses dijalankan.

Dalam debat terdapat beberapa kejanggalan data yang disampaikan pak jokowi dalam debat. Hal ini warga dan media menjadi kepo akan mencari data yang benar dan valid menurut sumber yang bisa dipercaya.


Daftar Kebohongan Jokowi Saat debat dapat dikonfirmasi datanya yang dihimpun oleh media dan warga. Media Artefak.org hanya mengumpulkan data dari pemberitaan media dan media Social

1. Impor Jagung

Dalam debat Pilpres kedua tadi malam disebutkan Impor Jagung sudah menurun dan menjadi sekitar 180rb Ton. Dari data yang dikumpulkan media kumparan.com dalm Fact Check data dari BPS menunjukan 737.220 ton jagung Impor jagung nasional.

2. Kebakaran Hutan

Pak Jokowi mengutarakan tidak ada kebakaran hutan dalam tiga tahun terakhir. Faktanya menurut Analisis Sosial Politik UNJ(Universitas Negeri Jakarta) Ubedilah Badrun hal itu salah berdasarkan sumber Direktorat PKHL Kementrian Lingkungan Hidup dan kehutanan (2018) menyebutkan bahwa pada tahun 2016 terdapat kebakaran hutan seluas 14.604,84 hektare. Hal ini sesuai dengan pemaparannya di media kompas.com

Hal ini mungkin masih banyak fact check yang dilakukan sehubungan dengan data yang digunakan dalam debat kedua Pilpres tadi malam. Memang sekarang akses data yang valid sudah mudah dilakukan dan mengecek kebenaran fakta melalui media internet dan keterbukaan informasi mudah didapatkan.

Ketidakakurantan data yang disampaikan pak Jokowi sebagai petahana dapat menjadi blunder dalam pertarungan pilpres 17 April 2019 mendatang.Hal ini pasti akan dihindari oleh TKN Jokowi-Ma'ruf .

Tidak ada komentar